Posts

Showing posts from August, 2018

Rumput Gajah

Image
Apakah Rumput Gajah atau Odot itu? Kemajuan dunia peternakan saat ini diikuti pula dengan perkembangan teknologi di dunia peternakan. Termasuk juga dengan penyedian pakan, seiring dengan kemajuan zaman, alternatif penyediaan pakan yang kontinyu, berkualitas dan murah menjadi kebutuhan yang tak terelakkan lagi. Apalagi Indonesia sebagai negara agraris yang terkenal dengan kontur alam yang sangat mudah untuk bercocok tanam oleh karena ada salah satu ungkapan yang sangat terkanal yaitu “tongkat batu dan kayu jadi tanaman” yang menjadi keunggulan bangsa ini. Pakan merupakan salah satu faktor penting penunjang keberhasilan dunia peternakan di samping bibit dan manajemen pemeliharaanya. Dalam salah satu literatur, Hartanto (2008), menyebutkan bahwa kebutuhan pakan menjadi aspek penting dalam mengembangakan usaha peternakan bahkan 70 persen total biaya produksi dikeluarkan untuk biaya pakan. Kualitas dan kuantitas menjadi faktor utama dalam pemberian pakan guna menunjang pertumbuha

Pahlawan Nasional - Raja Ali Haji bin Haji Ahmad

Image
RAJA ALI HAJI BIN HAJI AHMAD (1809-1870) Berdasarkan sumber sejarah, Raja Ali Haji lahir di pulau Penyengat, Kepulauan Riau, pada tahun 1809. Dia adalah putra Raja Ahmad, seorang sastrawan besar yang bergelar Engku Haji Tua. Raja Ali Haji merupakan orang yang pertama kali membuat catatan dasar-dasar tata bahasa Melayu melalui buku Pedoman Bahasa. Buku tersebut akhirnya menjadi standar bahasa Melayu. Nah, dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda), bahasa Melayu standar itulah yang dimaksud sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia. Raja Ali Haji terkenal sebagai cendekiawan dan ahli bahasa. Ia menuntut ilmu dari berbagai daerah, misalnya belajar agama Islam di Mekah. Keahliannya dalam bidang bahasa mengantarkannya untuk menghasilkan banyak karya yang berkualitas tinggi. Pada tahun 1854, ia menulis buku Kitab Pengetahuan Bahasa yang sangat terkenal. Buku tersebut ditulis dalam bahasa Melayu, dicetak dan disebarkan ke berbagai negara, seperti Singapura, Mala

Pahlawan Nasional - Abdul Kadir Raden Temenggung Setia Pahlawan

Image
ABDUL KADIR RADEN TEMENGGUNG SETIA PAHLAWAN (1771-1875) Abdul Kadir Raden Tumenggung Setia Pahlawan lahir pada tahun 1771 di Sintang, Kalimantan Barat. Ayahnya bernama Oerip, sementara ibunya bernama Siti Safriyah. Sang Ayah bekerja sebagai kepala pemerintahan Melawi, bagian dari Kerajaan Sintang. Sejak muda, Abdul Kadir sudah bekerja sebagai pegawai Kerajaan Sintang. Ia memiliki kemampuan yang baik dan selalu bisa menjalankan tugas-tugas dengan baik pula. Suatu ketika, Abdul Kadir muda mendapat tugas dari raja Sintang untuk mengamankan kerajaan dari gangguan pengacau dan perampok. Tugas itu berhasil ia tuntaskan dengan cemerlang. Ia kemudian diangkat menjadi pembantu ayahnya di pemerintahan. Setelah sang Ayah wafat pada tahun 1845, Abdul Kadir diangkat menjadi kepala pemerintahan Melawi. Ia mendapat gelar Raden Temenggung yang diberikan oleh raja Sintang. Saat itu ia sudah berusia 74 tahun. Di bawah pemerintahan Abdul Kadir, Melawi mengalami perkembangan pesat. Masyarakat

Pahlawan Nasional - Sultan Agung Hanyokrokusumo (1591-1645)

Image
SULTAN AGUNG HANYOKROKUSUMO (1591-1645) Pahlawan nasional yang memiliki nama asli Raden Mas Jatmiko ini lahir di Yogyakarta pada tahun 1591. Ayahnya bernama Prabu Hanyakrawati dan ibunya adalah Ratu Mas Adi Dyah Banawati. Sultan Agung adalah keturunan bangsawan. Sang ayah merupakan raja kedua Mataram, sementara ibunya merupakan putri Pangeran Benawa, raja Kesultanan Pajang. Sultan Agung mewarisi takhta raja dari ayahnya pada tahun 1613. Dengan demikian, ia merupakan raja ketiga Mataram. Ia memerintah kerajaan itu hingga tahun 1645. Selama kepemimpinannya, Mataram tumbuh menjadi kerajaan terbesar di Nusantara. Saat itu Mataram menguasai hampir seluruh Jawa, dari Pasuruan sampai Cirebon. Sultan Agung benar-benar pemimpin yang hebat! Sultan Agung memandang bahwa persatuan dan kesatuan negeri adalah hal yang sangat penting. Karena itulah ia sangat membenci Belanda yang saat itu menguasai Batavia melalui perkumpulan dagang mereka. Perkumpulan dagang tersebut bernama Vereenigde

Pahlawan Nasional - Sultan Iskandar Muda

Image
SULTAN ISKANDAR MUDA (1593-1636)  Adakah di antara adik-adik yang tahu siapa pahlawan ini? Ya, benar sekali, Sultan Iskandar Muda adalah seorang sultan pada masa Kesultanan Aceh. Berdasarkan catatan sejarah, ia dilahirkan di Banda Aceh pada tahun 1593, dan wafat di Banda Aceh pada 27 September 1636. Ia dilahirkan oleh seorang ibu bernama Puteri Raja Indra Bangsa, dengan ayah bernama Sultan Alauddin Mansur Syah. Sultan Iskandar Muda menjadi sultan di Kesultanan Aceh mulai dari tahun 1607 sampai dengan tahun 1636. Nah, coba adik-adik hitung, berapa lama ia memegang takhta sultan di kesultanan tersebut? Betul sekali, ia berkuasa selama kurang lebih 29 tahun. Satu hal yang sangat menarik dari pahlawan nasional ini adalah dia menjadi sultan pada usia yang masih sangat muda, yakni pada usia 14 tahun. Meski demikian, tahukah adik-adik, Sultan Iskandar Muda berhasil membawa Aceh menjadi kesultanan yang makmur, kuat, dan berjaya, sehingga Aceh sangat disegani dan dihormati ol